PPI Spanyol Bercerita: STUDI S3 DI TARRAGONA: WORK – LIFE BALANCE

Hola! Perkenalkan, nama saya Alfonsina Abat Amelenan Torimtubun, biasa dipanggil Elen (temukan nama ini di nama lengkap saya, yang berhasil ga dapat piring cantik J). Saya merupakan salah satu mahasiswa S3 penerima program Marie Skłodowska-Curie Actions (MSCA) – COFUND di Departemen Teknik Elektro, Universitat Rovira I Virgili, Tarragona. Sebagai catatan, saya juga merupakan satu-satunya mahasiswa Indonesia di kota ini. Bagi yang belum tau Tarragona, Tarragona merupakan kota pelabuhan yang terletak di wilayah otonomi Catalunya, 50 menit perjalanan dengan menggunakan bus dari Barcelona. Tarragona sendiri tergolong kota kecil, orang-orang di sini terbiasa berjalan kaki dari tengah kota ke pinggiran kota (pantaiiiii) atau sebaliknya. Ada juga bis kota dan kereta api sebagai moda transportasi alternatif di dalam kota (kalau malas jalan kaki hehe). Kalau di Indonesia biasanya saya suka pakai kendaraan bermotor, di sini saya membiasakan diri jalan kaki 30 menit dari flat ke universitas (biar sehat dan hemat haha). Biaya hidup di sini tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan beberapa kota di Catalunya, terutama Barcelona. Orang-orangnya pun ramah-ramah dan santai menikmati hidup. Bagi yang suka jalan-jalan, Tarragona juga tak kalah menariknya. Banyak tempat-tempat wisata, seperti bangunan-bangunan peninggalan Roma (ada Amphitheatre of Tarragona yang masuk ke World Heritage Site oleh UNESCO, lokasinya bersebelahan dengan pantai pula; the Roman walls; the Roman circus; the Preotrium; the Necropolis; the Aurelian Way; Arch of Sura, dsb.), katedral Tarragona yang dibangun tahun 1570; berbagai pantai; gunung Prades; patung menara manusia (menara manusia merupakan salah satu kultur budaya Catalunya. Yang tertarik bisa baca link ini: https://en.wikipedia.org/wiki/Castell). Selain tempat-tempat menarik, hampir setiap bulannya, Tarragona mengadakan berbagai karnaval dan festival, jadi dijamin ga bosan tinggal di kota kecil ini.

Bersama teman-teman di depan Katedral di Tarragona

Budaya orang-orang di Spanyol terbilang unik; mereka ramah, santai dan sangat menikmati hidup (termasuk teman-teman lab dan supervisor saya). Walaupun tergolong santai, ternyata produktivitas mereka dalam bekerja termasuk tinggi loh (data di tahun 2015, Spanyol menduduki peringkat 20 besar negara dengan produktivitas tertinggi di dunia dengan GDP mencapai $51 per jam kerja (http://time.com/4621185/worker-productivity-countries/)). Kuncinya satu, work and life balance. Saat jam kerja, mereka sangat fokus, efektif dan efisien dalam menyelesaikan pekerjaannya. Mereka tidak suka lembur. Sebisa mungkin mereka menyelesaikan pekerjaan dengan optimal di jam kerja tersebut. Saat jam pulang kantor, mereka melupakan pekerjaan dan menyediakan waktu untuk keluarga atau menyenangkan diri sendiri (bagi yang masih single hehe). Bahkan, supervisor saya memberi saya saran untuk tidak sering-sering bekerja di laboratorium selama hari libur. Sedikit sharing pengalaman, studi S2 saya dulu di Taiwan. Berbeda dengan Spanyol, tipikal orang-orang Asia Timur (Jepang, Taiwan, Korea) sangat mendewakan kerja keras. Bagi mereka, tidak ada kata hari libur, yang ada adalah kerja kerja dan kerja. Selama 2 tahun, saya terbiasa dengan ritme kerja semacam ini (pulang larut malam hingga subuh untuk menyelesaikan eksperimen atau melakukan eksperimen di hari libur). Menurut supervisor saya sekarang, hal ini kurang baik karena saya akan melupakan aspek penting dalam hidup saya (personal life). Saya menyadari akan hal itu dan saya mulai belajar untuk menciptakan kesetimbangan hidup antara kerja dan keluarga. Jadi ingat istilah YOLO (you only live once)? Yah, ini bukan sekedar istilah. Tapi lebih dari itu, istilah ini mempunyai banyak makna penting di dalamnya. Hidup hanya sekali, nikmatilah hidup, jangan habiskan waktu di depan layar handphone atau monitor, ajak ngobrol teman-teman baik kita, makan apa yang kita sukai, pergi ke berbagai tempat yang kita ingin pergi, berani mengatakan tidak terhadap apa yang kita tidak mau, jangan stress dengan berbagai omongan orang tentang hidup kita. Jika di masa studi, nilai yang buruk merupakan masalah besar bagi kita, tolong katakan tidak. Nilai sempurna bukanlah satu-satunya aspek penting dalam hidup kita. Ada berbagai aspek yang lebih penting dari itu, yaitu keluarga, kebahagiaan kita sendiri dan kebermanfaatan kita bagi bangsa dan sesama.

Akhir kata, salam sukses untuk pelajar Indonesia yang akan atau yang sedang menempuh studi di Spanyol! Harumkan nama Indonesia lewat performa kita fokus di jam kerja dan santai di jam istrirahat selama menempuh studi di Spanyol! Kita bisa!

Bersama Teman-Teman di Depan Wall Roman 2 BC di Tarragona