Persaudaraan Indonesia Sebagai Hikmah Ramadan di Spanyol

foto1

Ramadan tahun 2018 atau 1439 Hijriyah memiliki beragam makna bagi kami, para pelajar Indonesia di Spanyol. Tepat sepekan sebelum Ramadan datang, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Spanyol melakukan pergantian kepengurusan.
Terpilihnya jajaran kepengurusan PPI Spanyol periode 2018/2019 merupakan awal yang segar memasuki bulan suci umat Islam tersebut. Warga Indonesia di Spanyol juga menyambut kedatangan Duta Besar Indonesia untuk Spanyol yang baru, yaitu Bapak H.E Drs. Hermono.
Kami sebagai pelajar Indonesia di Spanyol tak ketinggalan menyambut datangnya bulan suci ini dengan berbagai persiapan. Setiap akhir pekan, kami datang memenuhi undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang terletak di Calle Agastia 65, Madrid. Salah satu rekan kami yang juga mantan Ketua PPI Spanyol periode 2014/2015, Idham Badruzzaman, menjadi penceramah rutin setiap pekannya. Setelah mengikuti siraman rohani tersebut, acara buka puasa diikuti salat Magrib berjamaah dan santap malam bersama.
Dengan hidangan makan malam khas Indonesia, kami melepas kerinduan terhadap masakan Indonesia di KBRI. Acara buka puasa bersama di KBRI tersebut menjadi agenda yang tak boleh terlewatkan oleh para mahasiswa di Madrid setiap pekan.

foto2

Cerita yang serupa tapi tak sama dengan rekan-rekan kami di Madrid dialami rekan-rekan kami di kota Barcelona. Terkendala jarak untuk menghadiri undangan KBRI bukanlah halangan bagi para pelajar di Barcelona untuk mengadakan acara buka puasa sendiri. Setiap akhir pekan, kami berkumpul di rumah salah satu rekan kami dengan konsep potluck. Setiap orang membawa cemilan sendiri untuk melengkapi masakan yang disiapkan oleh tuan rumah. Tentu saja hidangan makan malam tak lepas dari makanan khas Indonesia, dari mie goreng hingga semur daging.
Dalam beberapa pertemuan terakhir, sesi silaturahmi buka puasa ini diawali oleh ceramah agama yang dibawakan Muhammad Fitrullah, pelajar program PhD di Universitat Politecnica de Catalunya (UPC). Mas Fitru, panggilan akrabnya, adalah peraih beasiswa Islamic Development Bank yang juga aktif di Centre Cultural Islàmic Català (Pusat Kebudayaan Islam Catalunya).

foto3
Jika ditanya apa saja tantangan menjalankan ibadah puasa di Spanyol, jawaban kami bukanlah seputar cuaca panas atau lamanya menunggu matahari terbenam. Di awal musim panas 2018 ini, buka puasa memang cenderung lama, yaitu mendekati pukul 21.30 setiap hari. Namun, tantangan sebenarnya bukanlah itu. Tantangan sebenarnya karena kami berada jauh dari orangtua, kerabat dekat dan orang-orang yang disayangi di bulan penuh berkah ini. Apalagi, sebagian besar pelajar Indonesia akan melewatkan hari raya Idul Fitri di Spanyol. Untunglah, adanya persaudaraan antarpelajar di bawah payung PPI Spanyol sedikit mengobati kerinduan tersebut.

foto4

Ditulis oleh Mahir Pradana
Mahasiswa program PhD di Universidad Pablo de Olavide
Dosen muda di Universitas Telkom, Bandung
Wakil Ketua PPI Spanyol 2018/2019

** Artikel ini telah dimuat di harian detik.com pada tanggal 6 Juni 2018 di link https://news.detik.com/berita/d-4056046/kekerabatan-indonesia-jadi-hikmah-ramadan-di-spanyol