Ramadan di Spanyol: Masjid di Balik Bar hingga Bukber Potluck

Sevilla – Ketika menginjakkan kaki di kota tempat saya melanjutkan studi, yaitu Sevilla, ibu kota wilayah Andalusia ini hanya memiliki tiga masjid, yaitu Masjid Alhadiya, Sevilla Mosque Foundation dan Masjid Ishbilia. Saya sendiri sering melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Ishbilia yang letaknya hanya 500 meter dari apartemen saya.

Masjid Ishbilia ternyata hanya merupakan sebuah ruangan yang disewa oleh yayasan pengelola masjid di sebuah lokasi parkiran mobil. Lokasinya pun tak bisa dikatakan layak, karena tepat berada di balik sebuah bar. Tak jarang pengunjung masjid harus menjalankan ibadah salat di balik bar yang penuh dengan pengunjung yang mengonsumsi alkohol.

Meski demikian, adanya tempat untuk melaksanakan ibadah saja sudah patut disyukuri. Saya justru merasakan kedamaian dan kebersamaan di masjid Ishbilia setiap kali berbuka puasa bersama umat Islam keturunan Maroko, Tunisia dan Nigeria.

Kurma menjadi menu wajib berbuka puasa, selain beberapa kudapan manis dari Afrika Utara. Waktu berbuka puasa di Spanyol jatuh pada sekitar pukul 21.15 hingga 21.45 petang, tergantung di wilayah mana kita berada.

Oh ya, beberapa waktu lalu, sebuah kampanye bertajuk ‘A Tile for Seville’ diluncurkan oleh beberapa aktivis Islam di Asia Tenggara. Tujuannya untuk mengumpulkan dana untuk mendirikan bangunan masjid yang representative bagi umat Islam di Sevilla. Public figure dari Indonesia yang ikut serta di penggalangan dana ini adalah Dewi Sandra dan Oki Setiana Dewi.

Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Spanyol tidak ketinggalan memanfaatkan momen Ramadan ini untuk bersilaturahmi lewat acara buka puasa bersama. Beberapa waktu lalu, selama tiga pekan berturut-turut, mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Barcelona mengadakan buka puasa bersama dengan mengundang warga Indonesia yang sedang menjalankan studi di Kota Barcelona.

 Suasana berbuka bersama di Spanyol (Mahir Pradana)

Mekanismenya juga mengikuti kebiasaan warga Eropa jika berkumpul untuk makan bersama. Salah satu mahasiswa Indonesia bertindak sebagai tuan rumah, tapi para tamu membawa makanan mereka masing-masing (potluck-red). Makanan yang dibawa rata-rata makanan Indonesia, seperti soto ayam, sayur asem, bakwan goreng, tahu goreng dan semur daging.

Kegiatan ini sudah dilaksanakan dalam tiga pekan untuk memperkuat silaturahmi di kalangan internal mahasiswa Indonesia. Para tamu yang hadir berjumlah belasan hingga dua puluh orang, terdaftar di beberapa universitas berbeda-beda, antara lain University of Barcelona, University of Pompeu Fabra, Universitat Autonoma de Barcelona, ESADE Business School dan IESE Business School.

 Bahagia dalam kebersamaan

Acara buka puasa bersama yang pertama bertepatan dengan pelaksanaan final Liga Champions 2017 antara Juventus melawan wakil Spanyol, Real Madrid. Waktu buka puasa yang mendekati pukul 21.30 petang memungkinkan para peserta buka puasa untuk ngabuburit sambil menonton pertandingan sepakbola terlebih dahulu.

*) Mahir Pradana, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi doktoral di Universidad Pablo de Olavide, Sevilla, Spanyol; Koordinator pers Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Spanyol.

**) Dikutip dari website detik.com : https://news.detik.com/berita/3540568/ramadan-di-spanyol-masjid-di-balik-bar-hingga-bukber-potluck