PPI Spanyol Bercerita #22

presentation1

#PPISpanyolBercerita edisi ke dua puluh dua ini akan menceritakan pengalaman Kak Iqbal yang sedang menempuh studi S2 di kota Valencia. Kak Iqbal adalah penerima beasiswa Erasmus+ dan berkuliah di Universitat Politecnica de Valencia (UPV) melalui program European Master Degree in Plant Health in Sustainable Cropping Systems.

Testimoni:

Pada awalnya saya sama sekali tidak pernah berpikiran untuk melanjutkan kuliah dan mendaftar beasiswa ke Spanyol. Setelah mengikuti pameran Erasmus+ di Bandung saya mendapat informasi daftar program yang berhubungan dengan pertanian, salah satunya Sustainable Planthealth Program. Di master program ini kita belajar mengenai manajemen kesehatan tanaman secara sustainable sehingga sistem pertanian yang dimiliki berkelanjutan baik dari segi ekonomi, kesehatan dan lingkungan, program tersebut diberikan oleh universitas-universitas terbaik eropa pada bidang tersebut. Sayapun mencoba daftar dan alhamdulilah lolos mendapatkan beasiswa untuk program master tersebut.

Seperti pada program Erasmus+ lainya, kita diharuskan untuk memilih minimal dua host country. Dikarenakan Universitat Politecnica de Valencia (UPV) merupakan kooridinator program tersebut, Spanyol wajib menjadi salah satu host country kita pada tahun pertama atau pada tahun kedua. Saya memilih Spanyol sebagai host country pada tahun pertama.

Karena memang dari awal tidak berencana kuliah di Spanyol, saya tidak terlalu banyak “research” mengenai Valencia dan host university saya disini. Namun setelah tiba di Valencia saya sangat terkagum dengan keindahan kotanya (terutama karya world’s top arsitek Santiago Calatrava), orang-orangnya yang ramah (bahkan ada yang bantu mengangkat koper jumbo saya di tangga metro, which is a very rare sight in Europe), fasilitas kota yang lengkap dan tentunya dengan universitasnya dengan gedung modern dan bernuansa mediterranian. Saya juga jadi tahu bahwa dalam bidang pertanian wilayah Valencia merupakan produsen terbesar beberapa komoditas di Eropa, seperti jeruk dan persimmon. Saya juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi lahan pertanian dan koperasi petani dan pabrik di Valencia. Terlihat memang teknik pertanian yang digunakan sangat efisien, berteknologi tinggi dan berstandar pada regulasi Uni Eropa yang sangat memperhatikan keamanan lingkungan dan konsumen.

Pengalaman saya selama satu semester di UPV mengharuskan saya untuk beradaptasi dengan etos kerja disini dan teman lainnya yang berasal dari berbagai negara. Walaupun kadang stereotype tentang budaya spanyol yang “santai” tapi pada program kami budaya tersebut tidak terlihat karena kompetisi di kelas yang hanya berisi 12 mahasiswa cukup terasa, namun terasa juga ikatan kekeluargaannya. Dosen-dosen disini sangat responsif dan mengapresiasi pendapat mahasiswa sehingga semua kegiatan perkuliahan berjalan lancar. Pada program ini kita juga disediakan pemantapan Bahasa Spanyol dan Bahasa Prancis, sehingga membantu kami untuk berintegrasi di Valencia.

Pesan:

Untuk yang sedang mencari dan mendaftar ke berbagai universitas ataupun beasiswa di Spanyol, bila menemukan kesulitan jangan pernah malu untuk bertanya ke koordinator program yang bersangkutan. Mereka biasanya tanggap membantu dan fast respond.

Untuk program pasca sarjana Erasmus Mundus yang ditawarkan dapat dilihat di: http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/results_compendia/selected_projects_action_1_master_courses_en.php

Untuk yang ingin tahu lebih lanjut mengenai Erasmus Plant Health Program bisa dilihat di : http://planthealth.upv.es (pendaftarannya dibuka dari 27 oktober 2016 – 31 januari 2017) atau menghubungi saya via:

Facebook: Muhamad Iqbal

Instagram: @emiqball

“Knowing is not enough; we must apply. Wishing is not enough; we must do.”