Cintaku di Barcelona

IMG_5029Master Program Erasmus Mundus akhirnya   membawa saya ke negeri matador, Spanyol, tepatnya di Barcelona. Ini merupakan negara ketiga saya, setelah sebelumnya saya melewatkan studi di Dresden, Jerman dan Delft, Belanda. Komentar pertama ketika ditanya tentang Barcelona adalah “amazing, cintaku di Barcelona dah”.. hehehhe. Tak heran makanya Fariz RM puluhan tahun lalu telah menuliskan lagu tentang kota ini. Benar memang adanya, peradaban di pinggiran laut mediterania ini menyuguhkan suasana kehidupan Eropa yang agak berbeda, hangat, simpel dan ciamik…

Keterbukaan dan keramahan masyarakat Barcelona terasa sekali ketika pertama menginjakan kaki di sini. Yah jika dibandingkan dengan dua negara sebelumnya mereka memang lebih terbuka. Jadi kehadiran saya di sini tidak lagi dianggap sebagai “alien” yang ditatap lekat-lekat dari ujung kaki sampai ujung rambut (pengalaman pribadi). Mungkin salah satu alasannya adalah kota ini merupakan kota wisata utama di Eropa yang dikunjungi manusia dari berbagai belahan dunia. Hal lain yang saya suka adalah mereka sangat mengerti cara menikmati hidup. Hal itu tergambar jelas dalam keseharian mereka, cara mereka berpakaian, makan dan aktivitas lainnya. Estetika dan seni adalah hal penting di sini. Musik-musik jalanan disuguhkan secara sempurna dan saya selalu menikmatinya. Flamenco membuktikan bahwa mereka adalah manusia yang sangat menghargai keindahan dengan rasa seni yang sangat berkelas. Yaps every simply thing here is beautiful.

Barcelona juga dianugerahi keindahan alam yang menawan, terbentang secara vertikal dari puncak pegunungan Pyreness dan pegunungan batu Monserrat, sampai pantai-pantai biru di laut Mediterania. Museum kelas dunia pun menjamur di kota ini. Tiket masuk museum di Barcelona termasuk agak mahal menurut saya. Tapi selalu ada cara lain untuk mendapatkan biaya murah bahkan gratis (biasa mahasiswa, selalu mencari gratisan ;p). Setiap museum pada umumnya memberikan tiket gratis pada jam-jam dan hari tertentu atau kadang momen tertentu. Jadi harus sering-sering mencari informasi. Hal lain yang menarik di kota ini adalah arsitekturnya. Siapa yang tak kenal Gaudi dengan karya-karya rumitnya yang banyak terinspirasi dari alam. Salah satu karyanya yang sampai saat ini belum selesai dibangun adalah Sagrada familia. Mengunjungi Sagrada Familia seolah wajib hukumnya jika mengunjungi kota ini. Arsitektur lain dengan gaya-gaya gothic pun ditemui di sini. Kota tua dengan lorong-lorong sempit dipadu dengan deretan pertokoan menawarkan hand made sampai barang-barang branded. Yaps kota ini merupakan surga bagi para shopaholic. Kesimpulan pribadi saya, Barcelona adalah sebuah paket lengkap keindahan.

IMG_4848Lalu bagaimana dengan sistem pendidikanya? Kebetulan di Barcelona saya kuliah di UPC (universitat de Polytechnic Catalunya). Secara umum sistem pendidikan di kampus UPC hampir sama dengan di Indonesia, menganut sistem semester. Dan sedikit berbeda dari dua kampus saya sebelumya, di sini kami tidak ada ujian. Jadi nilai akhir hanya ditentukan dari tugas-tugas dan itupun berkelompok.

Suasana kuliah di UPC ini berasa lebih rileks. Dosen atau professor di sini selalu menempatkan posisinya  sama dengan mahasiswa. Jadi berasa tidak ada gap dan jarak. Kuliah dijalani dengan santai. Dialog dan diskusi antara dosen dan mahasiswa selalu hangat disertai tawa renyah. Suasana inilah sebenarnya yang mendorong lahirnya ide-ide segar dan kreatif. Dan hal yang paling penting bagi saya adalah, pengajar-pengajar di sini selalu bisa menjelaskan dengan gamblang what physical meaning dari setiap rumus-rumus yang sepanjang tali kenangan itu. Hehehehe. Mungkin selama ini saya bisa menyelesaikan rumus-rumus matematika tujuh turunan itu, tapi kadang bingung sendiri ini guna nya untuk apa. Dan di sini itu saya dapatkan.

Tentang akomodasi dan biaya hidup, berdasarkan pengalaman saya, Hal yang paling sulit di Barcelona adalah mencari tempat tinggal. Karena disini tidak ada asrama mahasiswa yang dikelola oleh universitas. Berbeda dengan dua kampus saya sebelumnya. Maka mencari tempat tinggal di sini adalah perjuangan tersendiri. Ada beberapa link yang menyediakan informasi tempat tinggal. Namun kadang masih menggunakan bahasa spanyol.. hehehe tapi ada juga yang berbahasa Inggris. Biaya asrama di Barcelona ini rata-rata adalah 300-450 euro tergantung fasilitas dan lokasi. Sebelum memilih asrama yang perlu diperhatikan menurut saya jangan melakukan transaksi apapun sebelum melihat langsung kamarnya. Perhatikan juga apakah akan tinggal dengan landlord atau tidak, karena kadang tinggal dengan landlord tidak mengenakkan dan terakhir saran saya adalah carilah tempat tinggal dengan fix price yang sudah include semuanya. Karena saya berpengalaman dengan ini, dimana sewa kamar dipisahkan dengan living cost (listrik, air dan internet) Karena hal ini tidak bisa ditebak, Jika nasib lagi apes, anda akan ditagih dengan biaya living cost yang selangit.

IMG_5505Biaya hidup di Spanyol tidak terlalu mahal, lebih murah bila dibandingkan dengan Delft, Belanda dan memang agak mahal bila dibandingkan dengan Dreseden, Jerman. Besar dan kecilnya biaya hidup sebenarnya tergantung kepada gaya hidup kita masing-masing. Oh ya masalah transportasi di Barcelona ada Bus, Subway dan Train. Ada beberapa pilihan tiket yang bisa digunakan untuk commuting di dalam kota. Ada paket single trip, paket 10 trip, 50 dan unlimited. Semua informasi ini bisa dilihat di web atau di counter-counter di stasiun.

Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah masalah bahasa. Akan menjadi masalah besar dalam daily life jika tidak bisa berbahasa spanyol. And you know what, masyarakat di Barcelona menggunakan bahasa Catalan yang agak berbeda dengan bahasa Spanyol. Sangat disarankan jika akan datang di sini, meskipun anda kuliah di international program untuk bisa menguasai Dasar Bahasa Spanyol. Tapi jujur Bahasa Spanyol berasa lebih familiar ditelinga saya dibandingkan Bahasa Jerman dan Bahasa Belanda. Karena memang banyak kosa kata kita yang diserap dari Bahasa Spanyol.

Terakhir, saya ingat perkataan professor saya bahwa manusia diciptakan dengan otak yang sempurna, dan nenek moyang kita telah membuktikan bahwa mereka bisa hidup dimanapun bahkan sampai dikutub dengan kondisi lingkungan yang sangat ekstrem. Kita akan terus menggunakan otak dan pemikiran kita untuk menemukan titik nyaman dalam hidup. Dan hal itu yang selalu saya percayai, bahwa dimanapun saya berada Insyallah akan ada jalan untuk saya beradaptasi dan bisa menikmati hidup ini. Jadi yang mau datang ke Barcelona jangan takut dan cemas ya… “Pokoknya Cintaku di Barcelona dah”.

Mi fotoYeli Sarvina adalah mahasiswi
masters di bidang Flood Risk Management. Beliau adalah mahasiswi yang tergabung dalam program master Erasmus Mundus, tahun 2013-2015.

8 thoughts on “Cintaku di Barcelona

  1. Assalammualaikum Mba Yeli,
    Ibu saya ada rencana mau ke Barcelona. Pingin tanya aja kalau Mba Yeli kenal pelajar indonesia yg menawarkan jasa jadi tour guide? Atau mungkin mba sendiri berkenan. Terimakasih. Mohon hubungi saya di zavirashanaz@hotmail.com

  2. Mas Bagus ada email nya juga email mba Yeli, kami mau konferensi di Madrid tanya2 dulu nih yg bisa jd guide selama di Espana

Comments are closed.