Presentasi Indonesia

Bagi sebagian besar warga negara Indonesia yang tengah berada di luar negeri merasakan rasa nasionalisme yang lebih tinggi ketimbang ketika berada di dalam negeri, dan aku termasuk di dalamnya. Sehingga ketika ada kesempatan untuk menjadi nara sumber di sebuah acara ekstrakulikuler di sekolah setingkat SLTA, akupun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memperkenalkan Indonesia.

Karena waktu yang terbatas sementara  banyak diantara dari kami yang juga tertarik untuk menjadi narasumber pada acara tersebut, maka akupun memutuskan untuk berkolaborasi dengan seorang teman sekelas asal Korea Selatan. I Jin Jang yang biasa dipanggil Jenny mengusulkan untuk membawa tema budaya untuk presentasi tersebut. Aku pun menyutujuinya karena budaya memang menarik untuk dibagikan. Kemudian akupun memberi saran untuk memberi judul dengan “Indonesian and South Korean Culture in Comparison to the Spain”. Jenny mengiyakan tanda setuju.

Pukul 12.30 waktu Castellon, aku dan Jenny meminta ijin profesor untuk meninggalkan terlebih dahulu untuk kepentingan presentasi. Sesuai dengan rencana, kamipun dijemput dengan taksi menuju sebuah setingkat SLTA bernama Institut “Vicent Sos Baynat” yang tidak jauh dari universitas kami. Sesampai di lokasi, Inma seorang kontak person yang intens melakukan komunikasi dengan kami telah menunggu di depan gerbang sekolah. Aku pun sedikit gemetar (Jenny pun terlihat demikian) melihat banyaknya murid yang akan mendengarkan presentasi kami ditambah semua guru dan wakil kepala sekolah Sos Baynat.

[Presentasi dimulai] Aku membuka power point yang memperlihatkan peta dunia pada slide pertama. Anak-anak ini sangat antusias meskipun tidak ada dari mereka yang tahu dimana letak Indonesia di dalam peta dunia. Akupun menjadi sangat bersemangat dan berapi-api menjelaskan dimana Indonesia dan tempat-tempat penting di Indonesia seperti ibukota Jakarta, Bali, dan tentunya kota kelahiranku :)

Tidak ingin kehilangan perhatian dari mereka setelah ceramah panjangku, akupun membuat sebuah aktifitas ringan.

“Alright guys, I wanna give you three Indonesian words which I would also make you remember them instantly”. Kataku masih sangat bersemangat. Mereka tambah antusias dan penasaran tentang tiga kata dalam bahasa Indonesia yang akan aku berikan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Aku menunjuk diriku sendiri sambil berkata “AKU” kemudian kutunjuk arah yang berlawanan atau menunjuk Audience dengan berkata “KAMU” dan terakhir aku menunjuk Jenny yang berada disebelah kananku tapi dengan tetap melihat audience sambil berkata “DIA”.

Akupun meminta anak-anak itu menirukan apa yang kuucapkan tadi: AKU, KAMU, DIA. Sampai berulang-ulang. Cukup dengan itu, kemudian aku tidak ikut mengucapkan tiga kata-kata itu hanya menunjuk semauku antara ke arahku (yang berarti aku), kearah audience (yang berarti kamu) dan ke arah Jenny  (yang berarti dia).

Selesei dengan memintanya mengucapkan bersama-sama, aku pun bertanya ke satu anak saja dan berpindah-pindah dari satu anak ke anak yang lain. Dengan kecepatan yang bertingkat, semakin cepat dan cepat, anak-anak merasakan tantangan dan kesenangan tersendiri dengan aktifitas tersebut. Kami semua kemudian tertawa dengan lepas diikuti tepuk tangan yang meriah tanda kegirangan.

Presentasi Indonesia kemudian aku tutup dengan video klip “Indonesia tanah airku” milik Ibu Sud. Aku juga bilang ke anak-anak itu bahwa lagu ini seringkali membuatku terkangen-kangen dengan Indonesia. Indonesia, ngangenin deh pokoknya :)

Bersama wakil kepala sekolah dan guru-guru B. Inggris
Bersama wakil kepala sekolah dan guru-guru B. Inggris