Magdalena

Aku terkaget-kaget oleh petasan yang dibunyikan bocah-bocah kecil penduduk Castellon. Tidak sekali dua kali aku dibuatnya kaget bukan kepalang oleh bocah-bocah itu, tapi hampir setiap kali aku keluar rumah selama peringatan Magdalena ini yang berlangsung selama satu minggu.

Saat ini ketika perayaan Magdalena ini dilakukan oleh Comunidad de Valenciana, dimana Castellon dan Alicante termasuk di dalamnya, krisis yang tengah melanda Spanyol nyaris tidak terasa. Kembang api ala tahun baru dibunyikan setidaknya 6 kali dalam satu minggu, siang dan malam. Kira-kira lamanya 15-20 menit sekali menyalakan kembang api tersebut.

Tidak hanya itu, serentetan acara festival juga dilakukan dibeberapa titik dalam waktu yang bersamaan dan tidak. Aku menikmati makanan seafood dan satu botol air mineral dengan cukup merogoh kocek 3 euro saja untuk kupon makanannya. Terdapat banyak stand-stand makanan dan minuman dengan ragam makanan yang bermacam-macam, sehingga kita dapat memilih sesuka hati, satu kupon hanya berlaku untuk satu jenis makanan dan satu jenis minuman.

Jika kita ingin mencoba makanan yang lain, kita dapat kembali membeli kupon makanan lagi. Ini terbilang murah karena biasanya kita tidak dapat membeli makanan sekaligus minuman dengan hanya 3 euro saja. Meskipun porsinya memang dikurangi, tetapi kita tidak dapat menemukannya dihari biasa.

Pada hari-hari ini, orang-orang banyak mengenakan lencana berwarna hijau yang dikenakan di dada sebelah kiri mereka. Selain itu, banyak juga yang mengenakan kain warna biru kotak-kotak yang dikenakan seperti memakai kacu pramuka. Dan yang lebih istimewa lagi, banyak laki-laki dan perempuan mengenakan pakaian tradisional dengan lengkap seperti pakaian tempoe doeloe. Di hari-hari ini, aku seperti berada pada masa kerajaan Spanyol di masa silam.

Ketika ditanya tentang sejarah, hampir semua teman-teman asli Spanyol tidak dapat menjawabnya. Kebanyakan dari mereka bilang bahwa ini hanya inisiatif warga pada masa lalu untuk membuat satu momentum pesta rakyat. Tidak puas dengan jawaban sekenanya, aku pun coba bertanya kepada orang tua Spanyol yang kudapati di jalan-jalan. Memang sulit dengan bahasa Spanyolku yang pas-pasan. Terlebih lagi orang tua ini tidak peduli aku faham atau tidak, pokoknya ngomong terus.

Alhasil, beginilah cerita yang kudapatkan. Perayaan Magdalena dimulai ketika orang-orang mulai turun bukit ke dataran rendah yang dekat dengan pantai. Di bukit tersebut terdapat makan pahlawan wanita bernama Magdalena dan gereja yang mereka beri nama Magdalena juga. Lambat laun, bukit itu juga terkenal dengan nama bukit magdalena. Hari dimana orang-orang ini turun bukit, diperingati setiap tahun dengan melakukan perjalanan suci ke bukit Magdalena dengan menggunakan pakaian tradisional dan tebu, seperti dulu orang-orang itu melakukan perjalanan turun bukit.

Magdalena menjadi hari penting bagi masyarakat Castellon. Meskipun banyak dari mereka yang tidak tahu tentang asal muasalnya perayaan ini, tetapi mereka sangat menikmati perayaan besar setahun sekali ini. Terlihat bagaimana mereka begitu antusias mengenakan pakaian tradisional Spanyol, atau paling tidak mereka selalu mengenakan lencana sutra hijau dan kacu biru kotak-kotaknya.

Satu lagi budaya Spanyol khususnya Castellon yang dapat kunikmati, Magdalena. Satu kekayaan budaya Castellon yang patut dilestarikan.