Melihat Spanyol dari Kacamata-nyata Mahasiswi Arsitektur

Berikut ini tulisan dan hasil karya dari
Anggita Y.Z. Nasution
mahasiswi program EM-Euroasia di Universitas Alcala de Henares.

Bagaimana awal mulanya hingga sampai di Spanyol?
Sebenarnya, saya sama sekali tidak merencanakan untuk belajar di Spanyol, terlebih hingga 1 tahun kuliah tanpa ada bekal kemahiran berbahasa Spanyol sebelumnya. Semua ini berawal dari mendaftar beasiswa EM-Euroasia untuk undergraduate student yang pamfletnya diberikan dengan cuma-cuma di bagian pengajaran jurusan Arsitektur UGM. Sistem pendaftarannya dilakukan secara online, begitu juga dengan dokumen-dokumen yang dibutuhkan hanya di upload saja melalui situs resmi EM-Euroasia. Pihak fakultas membantu dalam hubungan antar universitas, karena program EM-Euroasia adalah kerjasama langsung antar universitas di Eropa dengan universitas di Asia.
Setelah pihak koordinator universitas (ketika itu Boras University) memberitahukan terpilihnya saya sebagai salah satu pemegang beasiswa EM-Euroasia melalui email, saya langsung sibuk mencari tempat kursus bahasa Spanyol di Jogja. Akhirnya saya menemukan satu tempat kursus di Universitas Atmajaya dan memutuskan untuk kursus di sana selama waktu yang masih tersisa (3 bulan).
Pada awalnya pihak Erasmus memberitahukan keberangkatan saya jatuh pada bulan Februari 2010, namun selang beberapa bulan, keberangkatan saya diundur menjadi September 2010.

Apa saja kesan-kesan yang didapatkan selama berada di Spanyol?
Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama belajar Arsitektur di Universidad de Alcalá, Spanyol. Selain dengan sistem pengajarannya (menggunakan bahasa Spanyol) yang berbeda, saya juga mendapatkan banyak pengetahuan mengenai arsitektur di Spanyol (saya sangat terkesan dengan cara-cara mereka dalam merestorasi ataupun amplikasi bangunan tua).
Selama di Spanyol, saya tinggal dengan sebuah keluarga dari Kolombia (mereka juga berbahasa Spanyol) yang terdiri dari ayah, ibu, anak laki-laki mereka, dan beberapa hewan peliharaan (anjing kecil, hámster, dan burung). Terkadang mereka memberikan makanan khas Spanyol atau Kolombia, kemudian saya berusaha untuk membuatkan makanan khas Indonesia untuk mereka. Hingga saat ini, saya masih berkomunikasi dengan mereka melalui email.

Dalam mendapatkan tempat tinggal tersebut, saya dibantu oleh sebuah perkumpulan (organisasi) yang bernama ESN (Erasmus Student Network) untuk mencari orang-orang yang menyewakan kamar untuk mahasiswa Erasmus (atau mahasiswa asing lainnya). Maklum, banyak sekali mahasiswa Erasmus (dari dalam dan luar Eropa) yang datang ke Universidad de Alcalá untuk belajar disana.

Contoh tugas kuliah selama di Spanyol

Ada tips tertentu yang ingin disampaikan untuk teman-teman?
Ada beberapa tips dari saya untuk teman-teman yang akan belajar ke Spanyol
Jangan membuang-buang kesempatan kalian jika ada penawaran beasiswa, karena tidak semua orang gigih dalam melakukan proses pendaftaran beasiswa tersebut.

  • Jangan ragu-ragu untuk meminta surat rekomendasi dari dosen-dosen kalian atau dari siapa pun yang memiliki wewenang kuat untuk mengeluarkannya.
  • Sebaiknya tinggalah dengan penduduk lokal (atau penduduk berbahasa setempat, Spanyol) untuk mempermudah dan memperlancar komunikasi dengan bahasa Spanyol.
  • Pilihlah tempat tinggal yang nyaman (selain terjangkau dengan biaya beasiswa kita) dan juga dengan lingkungan yang nyaman (keluarga satu flat atau teman-teman satu flat menyenangkan).
  • Jika bisa memilih, sebaiknya pilihlah kelas yang menggunakan bahasa Spanyol, selain dapat berbaur dengan penduduk Spanyol, kita juga dapat mengenali kebiasaan-kebiasaan mereka.
  • Tetap menggunakan bahasa Spanyol, dimanapun kapan pun, karena masyarakat Spanyol lebih menghargai orang-orang yang menggunakan bahasa mereka.
  • Positive thinking
Sketsa ketika karyawisata ke Roma

Terima kasih atas tulisan ini, semoga hal-hal yang didapat di Spanyol bermanfaat. Semoga sukses Anggita!

2 thoughts on “Melihat Spanyol dari Kacamata-nyata Mahasiswi Arsitektur

  1. waktu sy belajar di libya saya pernah sekamar dengan orang spanyol yang berasal dari cordoba. ketika itu sy mencoba belajar sedikit2 bahasa spanyol. sy jg tertarik untuk belajar d sana. yg ingin sy tanyakan, tentunya kita hrs bersaing dengan ribuan org untuk mendapat beasiswa ke eropa. kiat apa yg kita tulis dlm surat lamaran, agar universitas tersebut mau melirik k surat applicatoin qt?

  2. Bagi generasi muda tuntut dan kejar terus ilmu pengetahuan, semoga bangsa ini semakin baik kedepannya, memiliki generasi penerus yang tannguh dan siap bersaing dengan bangsa lain

Comments are closed.